Paper “palsu” generator

by on August 15, 2012

Beberapa hari ini lagi rame di forum journal indonesia, ttg PAPER yang authornya by :

Nono Lee, Agnes Monica and Inul Daratista
Institute of Dangdut, Jalan Tersesat No.100, Jakarta, 10000, Indonesia

Banyak yang berargumen yang katanya ini paper iseng dan macem-macem lainnya, namun dari sisi saya itu semua terpatahkan, lihat versi lengkap paper tsb ada di Volume 7 Number 28, 24 July, 2012, pp : 4038.

  1. Tergelitik dengan hal itu, saya coba mencari tahu & menganalisisnya :
    Paper ini publish di African Journal of Agricultural Research dan memang ter-indexing di SCOPUS namun hanya sampai tahun 2011 saja, dan yang gila lagi Academic publisher ini banyak journalnya yg under SCOPUS
  2. Journal ini memang memiliki impact factor dari ISI Web of Knowledge tahun 2009 sebesar 0.08 dan ini detailednya
  3. jika dibaca paper tersebut “FULL” copy paste dari Internet dan sampah.. namun yang mengherankan mengapa auhtor sebenarnya rela mengeluarkan USD 600 untuk publish di AJAR ini… biaya yang sangat mahal hanya untuk paper abal-abal ini.

Saya teringat tahun lalu dengan “paper generator” nya PhD student dari taiwan yang meneruskan pekerjaan sebelumnya dari peneliti lain, dimana mahasiswa tersebut mendapatkan PhD nya dengan membuktikan dari aplikasi paper generatornya dia berhasil membuat beberapa paper dan di ACCEPT di journal beken.
Nah ini awal dari project paper generator tersebut dan terus dikembangkan oleh researchers sampai saat ini: SCIgen – An Automatic CS Paper Generator , silahkan dicoba.. masukan authornya sesuai dengan kepakaran seseorang dalam bidang ilmu tertentu.

sisi lain, ini adalah contoh step by step yang menggunakannya dan berhasil menipu (baca postnya dari bawah sekali biar nyambung : dari call for paper, generate, IEEE database, sampai dengan di delete oleh IEEE ) dan ada juga untuk buat thesis

Sedangkan penjelasan bagaimana cara kerja paper generator ini : The Holy Grail of a lazy scientist, ada di sini. Jadi awal kesimpulanya adalah (1) mungkin saja periset kita sedang membuat program sejenis atau (2) bisa saja dengan berpikiran positif bahwa DIKTI sedang membuat BLACK list journal “abal-abal” / journal yang hanya “we care about your fee’s”.

SCOPUS nampaknya sadar bahwa journal AJAR ini abal-abal, buktinya sejak 2011 sudah discontinue dari SCOPUS.