DIKTI dan keputusannya

by on August 20, 2011

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya, yang intinya ingin menyoroti tentang alasan DIKTI tidak meloloskan semua beasiswa yang melamar ke Universitas di Malaysia. “Fenomena” ini memang sudah tercium dari beberapa tahun belakangan ini, memang sangat diakui ada beberapa “kasus” yang menjadi DIKTI berang ; (i) terdapat beberapa oknum yang tercatat sebagai mahasiswa aktif di Malaysia, namun masih menjabat di instansinya di Indonesia, namun ini memang ada aturannya yaitu istilah izin belajar / tugas belajar, (ii) tidak ada progress report dari mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ke DIKTI.

Mungkin point-point diatas memang terjadi, namun para “pakar” dan team ahli di DIKTI tidak dapat megeneral semua mahasiswa Indonesia yang ada di Malaysia seperti tersebut, yang membuat kesel adalah mereka tidak memandang sama sekali progress kita selama ini, bahkan ada temen sejawat yang “menantang” dengan mengatakan…ayoo kita lihat jumlah publikasi yang dihasilkan dengan membandingkan kami disini (red; Malaysia) dengan yang sedang sekolah di Eropa….wajar mereka berkata begitu karena ada banyak alumni Master mereka di Eropa dan Melanjutkan PhD di UTM.

Namun selain itu ada beberapa issues yang menurut saya wajar kalau Universitas di Malaysia banyak menjadi pilihan pelajar dari Indonesia, dalam kasus UTM sendiri, ada beberapa kelebihan dalam pandangan saya ;

  1. Koneksi internet yang mencapai 425 Mbps
  2. Environment yang kondusif dan mendukung untuk melakukan research dan belajar dengan tenang
  3. Akses ke lebih dari journal berbayar ( http://web.utm.my/psz/ ) akses FREE ke IEEE, SCIENCE DIRECT ELSIVIER, EI, SCOPUS, ACM, dll tanpa batas..
  4. Rangking dunia PTN di ASIA
  5. Total International Students di UTM saja mencapai : 2594, dan ratusan dosen International dengan rata-rata Dosen telah Prof & PhD
  6. Jumlah Publikasi mencapai 2,850 paper dengan angka Citations mencapai 6,640
  7. Sebelum publish journal atau submit thesis kami harus mengecek PLAGIARISM di turnitin.com, dimana UTM telah mendapatkan licensednya

Kita-kita disini, terutama dosen PNS banyak sekali yang geleng-geleng kepala dan mengelus dada dengan keputusan-keputusan DIKTI untuk “anak bangsa” yang sedang tugas belajar ini, kami merasa kami yang disini sangat di anak tirikan; (i) “menutup” pintu untuk beasiswa ke Malaysia, (ii) tidak lagi memberikan bantuan seminar keluar negeri bagi dosen yang sedang tugas belajar keluar negeri, dan (iii) pemotongan gaji fungsional dan yang tidak menanggung / single, gaji dipotong 50%.

Harapan kami jika memang Malaysia menjadi “blacklist” bagi DIKTI, mohon untuk diumumkan secara resmi jangan hanya desas desus dan dijelaskan dengan jelas alasannya, agar jelas dan tidak merasa ditinggal/ ditelantarkan oleh Negara. Namun jangan sampai alasan “blacklist” ini adalah; ehhh mereka kan dulu sekolah di tempat kita, lho guru dan dosennya mereka dulu kan di import dari Indonesia, merekakan dulu belajar banyak dengan Indonesia, dll…:) itukan dulu…kita bicara fakta ajalah.

Walaupun DIKTI seperti itu, saya dan teman sejati tetap cinta pada INDONESIA RAYA dan siap menyebarkan kebaikan untuk mahasiswa-mahasiswa kami…Semoga ini hanyalah MIMPI dan akan segera berakhir……:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 9 =