“Maaf…Belum di Prioritaskan”

by on August 15, 2011

Begitu “statement” DIKTI tentang pengumuman penerima beasiswa ON-GOING tahun 2009 & 2010 yang lalu, pengumuman ini sudah kami tunggu sejak tahun 2010 kemaren dan akhirnya diumumkan di bulan Agustus 2011 pada saat bulan Ramadhan ini dengan isinya yang tidak sangat diharapkan.

Sharing kali ini saya ingin menyoroti tentang “kegagalan” semua mahasiswa PhD yang sedang tugas belajar di Universitas di Malaysia. Sedih, marah, kecewa dan gundah menyikapi pengumuman DIKTI ini, mengapa sejak tahun 2009 saya dan temen sejati “berusaha” untuk memenuhi semua syarat dari DIKTI dan Alhamdulilah tahun 2010 kemaren kita telah memenuhi syarat utamanya yaitu SEKAB. Dengan keluarnya surat izin belajar keluar negeri dari SEKAB ini maka praktis gaji saya sebagai seorang PNS akan dipotong Fungsionalnya, namun jika kita tidak menanggung keluarga maka pemotongan gaji sebanyak 50%, terasa aneh memang.

Berarti aplikasi saya yang dimasukan sangat tidak dipandang oleh para reviewer DIKTI, para penilai tersebut sangat menyepelekan hasil paper saya selama ini yang telah berhasil publish selama menjadi student di UTM…lalu apa yang menjadi barometer / framework para penilai tersebut dalam menilai aplikasi ON-GOING ini, rasanya semua berkas seperti SEKAB, Progress Report, proposal terkini, mapping research dan penegasan dari supervisor mengenai kecapaian research telah disampaikan pada aplikasi tersebut, dan maaf hal ini hanya bisa membuat kami mengelus dada sambil menarik napas panjang.

Merujuk dari Paper tentang kajian akademik pemotongan gaji PNS yang sedang tugas belajar sangat jelas di paparkan oleh peneliti tersebut, dan ini sangat baik dalam atmospher akademik di Indonesia.

Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 1961 tentang Pemberian Tugas Belajar, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2009 tentang Pedoman Pemberian Tugas Belajar Bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional No 4159/A4.3/KP/2010 tertanggal 27 Januari 2010, Keputusan Menteri Pertama No 224/MP/1961 tentang Peraturan Pelaksanaan tentang Pemberian Tugas Belajar di dalam dan di Luar Negeri.

Wajar jika para mahasiswa Doctor yang kuliah di Luar negeri pada teriak dan terutama para mahasiwa di Malaysia (termasuk kami dan temen-temen di UTM). Merujuk dari sharing pemikiran di blog lain unek-unek mahasiswa doctor di UNITEN Malaysia, dan aksi protes PPI-Malaysia ke DIKTI, serta tulisan dari pemikiran tentang penelitian di Indonesia.

Semoga keputusan para “petinggi” di DIRJEN DIKTI yang mungkin semuanya alumni dari Eropa / US / Japan sadar betul apa yang mereka telah putuskan dan dijanjikan sebelumnya, dan semoga ini dapat memicu visi / misi pemerintah untuk menghasilkan ribuan doctor di Indonesia dan menghasilkan karya yang bisa bermanfaat di mata dunia.:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 3 =