Profesi IT….

by on May 8, 2010

Saya tergerak untuk menulis ini dari pandangan pribadi karena kemaren dimintai pendapat tentang profesi IT oleh mahasiswa (mungkin untuk tugas matakuliah tertentu) dan oleh kolega dosen di palembang via email tentang Entrepreneurship…

Kalau ditanya mengapa IT menjadi booming dan menjadi “incaran” banyak orang..ya jawabanya sepele..karena memang IT saat ini telah terbukti dapat membantu menyelesaikan permasalahan dengan lebih efisien, dan akhirnya banyak jargon yang membuat IT menjadi seperti “emas” dan diperebutkan banyak orang. Namun tidak semua permasalahan dapat diselesaikan dengan IT, lebih tepatnya IT dapat dijadikan sebagai tools / backbone untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang tergantung dari cara pandang bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut.

Memang benar IT telah merubah proses bisnis, pola hidup dan strategi perusahaan saat ini, akan tetapi saat ini solusi IT tidak dapat dilihat hanya dari sisi teknis, namun juga harus secara keseluruhan..munculah saat ini isitilah “Colaborate or Die”..ya memang trend saat ini IT harus dapat melebur di semua bidang keilmuan…sisi manajemen, psikologi, dan sosial. Hal ini dapat dilihat dengan trend baik dari sisi practice dan fundamental keilmuan yang menuju kearah itu….Jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini adalah  semakin beragamnya model bisnis, munculnya the new emergence yang meledakan suatu fenomena tertentu.

Dari pengalaman saya sebelumya, tidak hanya dibutuhkan skill teknis secara mutlak dalam menyelesaikan suatu kasus, namun juga pendekatan keilmuan lainnya, apalagi jika ditambah dengan kumpulan user yang belum mengenal baik IT. Solusi yang diberikan biasanya tidak hanya melihat dari hasil akhir tapi dari proses yang terjadi, bahkan beberapa kali harus melakukan perubahan pada alur proses yang selama ini berjalan.

Kepakaran seseorang dalam bidang profesi IT ini tidak dapat dibuat dalam satu malam saja, atau karena baru membaca 2 buah edisi majalah, berhasil membuat web dan jalannya konfigurasi server yang dioprek, atau karena telah berhasil masuk ke sistem orang lain dan melakukan perusakan pada sistem tersebut, tapi kepakaran ini didapat dengan kerja keras dan secara konsisten terus menerus melakukan penelitian di bidang tersebut, biasaya kepakaran orang tersebut akan terlihat dari banyaknya buah pemikiran yang diakui oleh orang lain atau project list yang diakui secara teknis.

Hal ini cukup “menggelitik” untuk dibahas…awalnya dulu saya sudah pengen menulis tentang profesi IT dari sisi pribadi setelah selesai membaca kolom Viewpoint di majalah PCMEDIA, tulisan yang diangkat oleh Bernaridho I Hutabarat (pakar business intelligence expert) edisi 02/2010 tentang “pendidikan TI bukan Investasi ” dan pada edisi 05/2010 tentang “Rendahnya derajat Jurusan Informatika”.

Sah-sah saja Bernaridho I Hutabarat berpendapat demikian, yang mungkin “pengamatan” tersebut didapat dari pengalaman beliau di dunia Oracle dan pengalaman bekerja di perusahaan di eropa. namun ada beberapa yang ingin saya pendapat dari sisi lain saya :

Kecendrungan tingginya alumni lain selain IT yang menjadi tokoh ditanah air, menurut saya karena alumni IT “gentar” dan cenderung tiarap di dunia “entertainment” tersebut..kebanyakan dari alumni IT menjadi orang dibelakang layar dan sangat paranoid dengan hal tersebut.

IT mungkin tidak se-senior jurusan lain misalnya elektro / telekomunikasi yang telah melanglang buana dan menelurkan banyak alumni di tanah air

Kecendrungan juga mengapa alumni lain misalnya elektro / telekomunikasi bisa bermain di area orang IT…ya karena saya liat di beberapa PTN-PTS ada beberapa matakuliah yang sangat IT untuk dibahas, misalnya database, sistem terdistribusi, Jarkom, Komdat, kriptography, dsb.

Namun juga alumni IT mungkin tidak PD karena merasa ilmunya tidak mumpuni di bidangnya mungkin karena banyaknya “minum dan makan” fundamental keilmuan yang membuat alumni IT berada di awang-awang dan tidak membumi / praktis, namun masalah ini terjawab dengan dicombinenya kurikulum berbasis praktisi.

Jika didata lebih detail lagi, kebanyakan di departemen IT / EDP perusahaan berisi orang yang berasal dari IT bukan dari ilmu lain, karena memang harus mengolah, membuat, menyelesaikan dan memikirkan dengan pola dan model pemikiran orang INFORMATIKA/ SISTEM KOMPUTER / SISTEM INFORMASI…mengapa…ya karena alumni IT yang belajar mendalam sampai “ngulang” beberapa kali Matakuliah tertentu :)..yang sesuai dengan permasalahan perusahaan tersebut.

Mungkin beliau lupa kalau alumni IT memiliki fundamental yang kuat dari pembelajaran yang dipelajari, namun saya akui bahwa banyak alumni IT yang tidak mumpuni dibidangnya…Alumni informatika alergi dengan program, alumni Sistem Komputer gagap dengan hardware / network, dan alumni sistem informasi yang akan menggelengkan kepala disaat akan menganalisis proses / alur bisnis.

Kalau saya liat, kebanyakan alumni IT pada sibuk mroyek dari pada muncul ke depan…bukan berarti hasil karya alumni IT tidak diakui, umumnya merasa aman bekerja di LAB, R&D atau dibelakang meja lainnya.

Pendapat bung Bernaridho I Hutabarat tidak salah, saya yakin pandangan tersebut untuk memecut dan mentriger serta menyadarkan kita-kita yang ada di area ini..:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 4 =