Going home to PLM

by on June 30, 2014

Kemarin kami resmi pulang ke Palembang setelah lebih dari tiga setengah tahun di Johor Bahru Malaysia untuk tugas belajar di Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Ada banyak kenangan, pengalaman dan ilmu selama berada disana baik dari keilmuan riset di UTM, pengalaman hidup dengan social problemnya serta bergaul dengan orang-orang hebat.

Kemarin kita memilih rute JB – KL – PLM bukan via SING – JKT – PLM yang direncanakan sebelumnya. Rute ini dipilih karena Nabil Syauqi Alfatih harus keluar pertama kali dari Malaysia via KLIA bukan dari port imigrasi yang lain, issues ini disepakati dengan pihak imigrasi Malaysia pada saat wawancara request VISA dependent beberapa waktu lalu.

Alhamdulilah kemarin ada keluarga yang menjemput dari PLM, hingga “pindahan” dari JB tidak terasa dibawa. Karena pesawat pertama dari JB dan ada banyak kotak-kotak besar yang dibawa, para sahabat membantu membereskan sampai ke bandara Senai JB.

Ada satu catatan penting bahwa kotak (75 x 54 x 53 cm) tidak masalah masuk dalam mesin scanning bandara, namun ternyata berat maksimum standard penerbangan international adalah 32 kg. Untungnya berat berlebih cuman 5 kg dapat dipangkas dengan memindahkan ke kotak yang lain.