>> Knowledge | Empowering | Imagination >>Posts RSS Comments RSS

Sungguh memberikan masukan positif terutama bagi saya yang disampaikan oleh Prof. Adhi Susanto. Ph.D, dosen TE UGM yang malam tadi memberikan tausiyah dan tamu di PPI UTM, Skudai. Kehadiran beliau yang juga dosen saya waktu di TE UGM pada tahun 2000 silam :) adalah dalam rangka menjadi examiner VIVA doctoral dari salah satu mahasiswa indonesia yangbelajar di UTM.

Tercatat yang saya kenal ada beberapa temen yang alumni dari TE UGM, yang sekarang sedang meneruskan Ph.D di FKE UTM…dan tadi malam menjadi malam reunian dengan dosen dahulu. :)

Galery Photo

INATEX, UTM 2010

Acara 12th Industrial Art & Technology Exhibition, di gedung DSI, UTM, sangat menarik perhatian saya…acara yang berlangsung dari tanggal 5-7 Agustus 2010 ini syarat dengan SHOW OFF para researcher di UTM, para professor beserta team researchnya dan para PhD candidate / Master Candidate menampilkan produk kebanggaan RISET mereka selama ini.

Terhitung ada sekitar 150an stand yang memamerkan produk ENGINEERING & IT yang siap di PATENkan dan dijual ke pasar…yang saya teringat adalah stand robot smart dengan penggerak berbasis 2.4 Ghz menggunakan laptop, model anti petir , software plagiarism, mobile learning, penampang board antena wireless, spectrum rambat signal wireless, driven virtual 3D, dan lainnya.

Menarik bagi saya adalah (i) hal ini bisa menjadi MATCH dengan stake holder, terutama dengan pihak industry, dan pihak pengguna langsung  (ii) membuka celah kerjasama RESEARCH…untuk bisa berkolaborasi antar BIDANG ILMU, (iii) menaikan ranking level UTM, dengan RAJINnya memPATENkan produk tersebut dan mempublish paper di journal-journal international yang berimpact factor, (iv) memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang tema yang akan menjadi RISET degreenya.

Menariknya yang mempresentasikan produk itu adalah para Professor nya atau Doctornya yang menjadi chief dari project tersebut….penjurian dilakukan dengan wawancara, testing dan observasi secara seksama oleh beberapa Professor dari bidang ilmu masing-masing dan pemenangnya selain mendapatkan MEDALI juga mendapatkan sejumlah pundi uang yang lumayan untuk RISET beberapa tahun kedepan :).

Selain memamerkan produk jadinya, rata-rata setiap stand memamerkan PAPER SUBMITTED di journal international dan slides animasi yang menghiasi stand mereka selain brosur atau merchant lainnya…sangat menarik dan menantang bagi saya untuk berpartisipasi tahun depan :)…semoga dapat membuat produk HYBRID IPS berbasis opensource tahun depan untuk dipamerkan di acara ini…

Galery Photo

Kali ini skill up mengenai bagaimana melakukan research di area security, pematerinya Prof. Keith Martin dari Royal Holloway, London. Tema yang diangkat oleh paker Firewall dan Crypthography ini adalah How To Do Research In Info. Security Discipline – From Zero Product To Marketable Output, yang berlangsung di Visiting Prof Room, CSC Department, FSKSM, N28

Ada beberapa highlight yang didapat, diantaranya;

  1. Come up with an idea of your own that you would like to pursue.
  2. Be assigned a specific research problem through involvement in a large research project or industrial placement.
  3. Be assigned a specific research problem by your supervisor.
  4. Look for “open problems” or “possible future directions” at the end of other researchers’ papers.
  5. The job of the “Research Police” is to hunt down “poor research” and fix it!
  6. Most research is based on certain  assumptions, some of which you may wish to contest.
  7. Consider a research problem that has been investigated successfully, and change some problem parameters.
  8. Consider a research problem that has been investigated successfully, and explore a generalisation of it.
  9. Take an existing research problem and continue the investigation in a natural direct
  10. Adopt a research technique that has been used to solve a research problem in one subject area and apply it to another subject area.
  11. Review research on a particular topic
  12. Implement some existing ideas and test them out in practice.

Ada banyak issued yang memicu ide saya setelah mengikuti kuliah umum ini, sangat membantu dalam prepare yang akan dilakukan minggu depan, yang rencananya akan masuk ke tahap pengumpulan data di real traffic network..

Progress Report & Skill Up

Salah satu rangkaian kegiatan dalam penelitian yang dilakukan, student PhD by research di FSKSM UTM diharuskan untuk melakukan presentasi progress yang dilaksanakan tanggal 21-25 Juni 2010. Postgraduate Annual Research Seminar 2010 (PARS 2010) yang ke 6 kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana seluruh student Post Graduate harus memaparkan progress report yang didapat dalam semester ini.

Presentasi telah disiapkan dari jauh hari, preparing dan meeting dengan supervisor dan co-supervisor telah dilakukan, dan giliran saya pada tanggal 23 Juni 2010 didepan examiner yang memberikan feedback yang berharga. Prof. Dr. Abdul Samad dan Dr. Mohd Murtadha adalah examinernya…Alhamduilah berlangsung lancar dan feedback yang diberikan adalah research methodologynya terutama dalam preprocessing dataset yang akan dilakukan.

Schedule yang begitu padat dan “menantang” untuk selalu diikuti setiap sesinya, rugi untuk dilewatkan :)…ada banyak sekali masukan dan dipelajari dari setiap presentasi student lainnya terutama temanya sama dengan research saya saat ini. Saling memberikan masukan dan brainstroming antar student memberikan warna lain selama presentasi, walaupun beberapa kali terlihat saling mempertahankan pendapatnya…

Alhamdulilah…pertanyaan dari examiner tidak begitu sulit untuk dijawab, dan banyak memberikan masukan yang berarti, mungkin karena bari 1st semester atau karena 3 publish paper yang telah dilakukan… :)

Profesi IT….

Saya tergerak untuk menulis ini dari pandangan pribadi karena kemaren dimintai pendapat tentang profesi IT oleh mahasiswa (mungkin untuk tugas matakuliah tertentu) dan oleh kolega dosen di palembang via email tentang Entrepreneurship…

Kalau ditanya mengapa IT menjadi booming dan menjadi “incaran” banyak orang..ya jawabanya sepele..karena memang IT saat ini telah terbukti dapat membantu menyelesaikan permasalahan dengan lebih efisien, dan akhirnya banyak jargon yang membuat IT menjadi seperti “emas” dan diperebutkan banyak orang. Namun tidak semua permasalahan dapat diselesaikan dengan IT, lebih tepatnya IT dapat dijadikan sebagai tools / backbone untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang tergantung dari cara pandang bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut.

Memang benar IT telah merubah proses bisnis, pola hidup dan strategi perusahaan saat ini, akan tetapi saat ini solusi IT tidak dapat dilihat hanya dari sisi teknis, namun juga harus secara keseluruhan..munculah saat ini isitilah “Colaborate or Die”..ya memang trend saat ini IT harus dapat melebur di semua bidang keilmuan…sisi manajemen, psikologi, dan sosial. Hal ini dapat dilihat dengan trend baik dari sisi practice dan fundamental keilmuan yang menuju kearah itu….Jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini adalah  semakin beragamnya model bisnis, munculnya the new emergence yang meledakan suatu fenomena tertentu.

Dari pengalaman saya sebelumya, tidak hanya dibutuhkan skill teknis secara mutlak dalam menyelesaikan suatu kasus, namun juga pendekatan keilmuan lainnya, apalagi jika ditambah dengan kumpulan user yang belum mengenal baik IT. Solusi yang diberikan biasanya tidak hanya melihat dari hasil akhir tapi dari proses yang terjadi, bahkan beberapa kali harus melakukan perubahan pada alur proses yang selama ini berjalan.

Kepakaran seseorang dalam bidang profesi IT ini tidak dapat dibuat dalam satu malam saja, atau karena baru membaca 2 buah edisi majalah, berhasil membuat web dan jalannya konfigurasi server yang dioprek, atau karena telah berhasil masuk ke sistem orang lain dan melakukan perusakan pada sistem tersebut, tapi kepakaran ini didapat dengan kerja keras dan secara konsisten terus menerus melakukan penelitian di bidang tersebut, biasaya kepakaran orang tersebut akan terlihat dari banyaknya buah pemikiran yang diakui oleh orang lain atau project list yang diakui secara teknis.

Hal ini cukup “menggelitik” untuk dibahas…awalnya dulu saya sudah pengen menulis tentang profesi IT dari sisi pribadi setelah selesai membaca kolom Viewpoint di majalah PCMEDIA, tulisan yang diangkat oleh Bernaridho I Hutabarat (pakar business intelligence expert) edisi 02/2010 tentang “pendidikan TI bukan Investasi ” dan pada edisi 05/2010 tentang “Rendahnya derajat Jurusan Informatika”.

Sah-sah saja Bernaridho I Hutabarat berpendapat demikian, yang mungkin “pengamatan” tersebut didapat dari pengalaman beliau di dunia Oracle dan pengalaman bekerja di perusahaan di eropa. namun ada beberapa yang ingin saya pendapat dari sisi lain saya :

  1. Kecendrungan tingginya alumni lain selain IT yang menjadi tokoh ditanah air, menurut saya karena alumni IT “gentar” dan cenderung tiarap di dunia “entertainment” tersebut..kebanyakan dari alumni IT menjadi orang dibelakang layar dan sangat paranoid dengan hal tersebut.
  2. IT mungkin tidak se-senior jurusan lain misalnya elektro / telekomunikasi yang telah melanglang buana dan menelurkan banyak alumni di tanah air
  3. Kecendrungan juga mengapa alumni lain misalnya elektro / telekomunikasi bisa bermain di area orang IT…ya karena saya liat di beberapa PTN-PTS ada beberapa matakuliah yang sangat IT untuk dibahas, misalnya database, sistem terdistribusi, Jarkom, Komdat, kriptography, dsb.
  4. Namun juga alumni IT mungkin tidak PD karena merasa ilmunya tidak mumpuni di bidangnya mungkin karena banyaknya “minum dan makan” fundamental keilmuan yang membuat alumni IT berada di awang-awang dan tidak membumi / praktis, namun masalah ini terjawab dengan dicombinenya kurikulum berbasis praktisi.
  5. Jika didata lebih detail lagi, kebanyakan di departemen IT / EDP perusahaan berisi orang yang berasal dari IT bukan dari ilmu lain, karena memang harus mengolah, membuat, menyelesaikan dan memikirkan dengan pola dan model pemikiran orang INFORMATIKA/ SISTEM KOMPUTER / SISTEM INFORMASI…mengapa…ya karena alumni IT yang belajar mendalam sampai “ngulang” beberapa kali Matakuliah tertentu :)..yang sesuai dengan permasalahan perusahaan tersebut.
  6. Mungkin beliau lupa kalau alumni IT memiliki fundamental yang kuat dari pembelajaran yang dipelajari, namun saya akui bahwa banyak alumni IT yang tidak mumpuni dibidangnya…Alumni informatika alergi dengan program, alumni Sistem Komputer gagap dengan hardware / network, dan alumni sistem informasi yang akan menggelengkan kepala disaat akan menganalisis proses / alur bisnis.
  7. Kalau saya liat, kebanyakan alumni IT pada sibuk mroyek dari pada muncul ke depan…bukan berarti hasil karya alumni IT tidak diakui, umumnya merasa aman bekerja di LAB, R&D atau dibelakang meja lainnya.

Pendapat bung Bernaridho I Hutabarat tidak salah, saya yakin pandangan tersebut untuk memecut dan mentriger serta menyadarkan kita-kita yang ada di area ini..:)

Road to Expertise…

Salah satu temen saya bertanya…kenapa sih tenaga edukatif itu perlu meneliti dan mempubish tulisannya ke mimbar akademik dan mengapa tenaga edukatif itu diukur dari produktivitasnya menghasilkan “paper”nya…apa ngak cukup dengan mengajar ?.. munkin tulisan dari sisi pribadi ini dapat membantu menjawab itu dan intropeksi diri saya :)..

Sebagai seorang Tenaga edukatif  (dosen) terdapat “framework” yang disebut TRIDHARMA perguruan tingg (pengajaran, penelitian dan pengabdian). Kalau pengajaran sudah jelas melakukan “tatap muka / sharing” didepan kelas dalam penjadwalan tertentu, sedangkan pengabdian dilakukan kegiatan yang menghasilkan “sharing” tepat guna antara akademisi dan lingkungan sekitar yang tepat guna.

Sedangkan Penelitian yang biasanya cukup “sulit” dilakukan, terutama yang sibuk dengan jabatan struktural. Penelitian biasanya dalam bidang ilmu tertentu sesuai dengan konsentrasi dan minat dosen tsb, biasanya penelitian diungkapkan dalam sebuah paper yang “harus” dipresentasikan dan dituangkan, seperti :  (1) journal (internasional / nasional) dan (2) proceeding conference (internasional / nasional)

Isi dari tulisan PAPER tersebut adalah : paparan, deskripsi, penjelasan, ilustrasi dsb..yang harus merujuk dari penelitian sebelumnya oleh peneliti lain dan harus UPDATE...makanya diperlukan “dana” untuk penelitian ini…yang tulisan tsb akan didapat dari rangkuman / hasil yang didapat dari percobaan di LAB / Lapangan dan akses ke Journal Internasional yang cukup mahal aksesnya (IEEE, Springer, Proquest, Science Direct). penelitian bisa dilakukan individu atau secara team work yang biasanya akan disesuaikan dengan bidang ilmu dan konsentrasinya, karena beberapa kasus penelitian dilakukan dari berbeda area ilmu.

Jika dilihat dari sisi lain, makanya ada master / PhD by research, seorang peneliti / research yang melakukan penelitian dalam bidang tertentu..makanya nanti jika para PhD berhasil mempertahankan thesisnya dapat dikategorikan yang katanya “pakar” dalam bidang tertentu bukan pakar segalanya d bidangnya…hal ini dikarenakan, kepakarannya didapat dari penelitian yang terus menerus tanpa henti dalam karirnya…dan mungkin hingga dia menjadi seorang Professor…makanya professor disebut gurubesar :)…dan Profesor  itu pakar dibidangnya.

Biasanya para calon PhD harus secara kontinu menelurkan “pemikiran baru” atau semacamnya dalam sebuah “tulisan” yang disebut paper di sebuah journal / conferences tadi..PhD normalnya selama 3 tahun yang sudah termasuk penulisan thesis / desertasi.

Namun untuk dapat “lolos” dan masuk ke dalam journal / conference harus melewati “peer” reviewer yang kompeten dibidangnya (biasanya yang menjadi reviewer paper yang dikirimkan akan diperiksa oleh DOCTOR / PROF dibidang itu..dan biasanya dari belahan dunia lain yang memeriksanya). Makanya untuk mendapatkan PhD harus menelurkan journal agar “kepakarannya” itu diakui seluruh dunia dan bukan lokal pemikirannya, dan ini tidak mudah…untuk melakukan dan memulai penelitian sudah sangat sulit, belum lagi mengolah dataset yang telah didapat, apalagi “menumpahkannya” dalam sebuah paper berbahasa inggris yang bukan bahasa sehari-hari kita, belum lagi terdapat istilah journal indexing, refered dan sebagainya.

Dengan banyaknya paper dari universitas tersebut, mau tidak mau akan meningkatkan brand universitas tersebut dan akan menaikan rangkingnya dimata dunia.

Puma is come

:)

PUMA… ya itulah nama “entry server” yang saya bangun yang akan digunakan untuk mesin “pengendus” di riset yang sedang dilakukan…Building block “entry server” dengan jeroan : Intel Xeon Quad Core X3430 2,4 GHz 8 MB, Intel 3420 Chipset Server, 2GB DDR III ECC Memory 1066MHz, 1TB SATA II Hard Drive, DVD-RW SATA II, Dual NIC Gbic and ServerWare SGP583 tower Chassis..tidak luar biasa karena masih terdapat beberapa bagian yang berpotensi bottleneck.

Cerita ini merupakan sisi lain dari “jalan” riset yang sedang saya lakukan….budget yang disediakan oleh co-supervisor saya tidak terlalu besar untuk membangun entry server ini, di UTM kayaknya telah menjadi default untuk menggunakan brand DELL /COMPAQ, maka saya sangat kesulitan untuk mendapatkan spec yang pas dengan hati saya :)..

Pengendusan akan dilakukan untuk traffic sebesar 150 Mbps dengan traffic log (bukan payload) mencapai 150 MBps…jadi  disini saya menekankan pada kekuatan NIC, Memory dan HD, sedangkan processor tidak begitu dibutuhkan karena tidak menjalankan rendering atau aplikasi yang membutuhkan pengolahan 64 bit.

Dengan sedikit  “pengalaman” terdahulu, pemilihan block dibangkitkan…web site INTEL menjadi keharusan. Membandingkan, mengkategorikan dan memilih dilakukan dalam 2 hari + dengan membaca buku Extrusion Detection dan Intrusion Prevention, didapat masukan untuk network tapping ini. Awalnya ada beberapa alternatif :

  1. spec server with self development, use spare part (MB Intel Server S3200 Series(S3210SHLX), Processor 2 Quad 2,83 Ghz, Cache 6 MB, Memory Corsair DDR2 800 Mhz 2 GB,NIC Gbic, HD 1 TB, case ATX, PS 500 W)
  2. spec server brand DELL
  3. Network TAP form netoptics.com, this product specially for tapping traffic, but need server to collect and analyst data..

Harga menjadi kendala di alternatif 2 dan 3, dalam 4 hari saya “menyebarkan” email ke beberapa distributor INTEL di sekitar Johor Bahru dan hanya beberapa tempat yang membalas dan “jawabanya” sangat standar tanpa menjelaskan detail secara teknis. Akhirnya dengan informasi dari sana-sini saya berhasil mendapatkan link yang dapat memberikan solusi yang terbaik baik dari sisi teknis maupun harga :)…serverware yang akhirnya deal dengan harga dan spek diatas.

Kalau diingat-ingat mungkin sebanyak 40x an saya dan AM nya berkorespodensi :)…dan akhirnya hari ini server yang saya beri nama PUMA telah berhasil di Install.

NOC Server Farm UTM

Kunjungan ke ruang NOC / server farm UTM mengingatkan saya di Data Center lantai 7 gedung cyber jakarta, mungkin setengah dari luas gedung data center.  seperti ruangan NOC lainnya, ruang ini terisolasi dan sangat rekstriktit, tidak semua orang dapat masuk ke ruang tersebut..

Bersama team IASRG (Prof. Mazleena dan Dr. Mohd Yazid) kami mengunjungi ruang NOC UTM untuk melihat persiapan sebelum menempatkan server capturing data raw di network UTM. persiapan ini bagian dari riset yang sedang dilakukan.

Dari banyaknya rack yang ada, yang menjadi pemicu mata saya adalah perangakat packeteer dan cisco (L3, smartlayer, core/distribution), Pix Firewall, ACL dan IPS serta load balance yang semuanya box…(soalnya baru liat sih..selama ini cuman baca manualnya doang / whitepapernya…yang commandnya dicoba di simulator). secara umum ruangan terbagi menjadi 3 bagian (server farm application + server gridcomputing, network core dan ruang SAN + storages CCTV).

“ya benar…jejeran hardisk rack mounting tersebut untuk mennyimpan semua video yang terekam oleh semua kamara IP yang tersebar di seluruh UTM”…begitu dikatakan sysadmin UTM pada saat saya tunjuk jejeran hardisk di salah satu rack. makanya kalau ada kasus kehilangan di UTM ini dapat dengan cepat ditulusuri karena camera CCTV terpasang di semua sudut gedung.

Handshake SYN-ACK - Admin UTM

Mulai tahun ini semua PhD student di lingkungan comsys UTM harus masuk dalam satu research group bersama Professor dan co-supervisornya, walaupun ini bukan project / Grant research assistence. Hal ini akan membuat guideline bagi mahasiswanya untuk konsentrasi dengan area research yang sedang dilakukan.

walaupun saya dan beberapa student lainnya(Iran dan Nigeria) bukan Grant Assistance (terkecuali satu orang di team kami yang post doctoral berasal dari china) tetap semangat dalam riset ini :).

Hasil dari rapat team research terdahulu, dimana saat ini saya tergabung dalam team research Information Assurance & Security Research Group (IASRG) Focus group : Intrusion and Threat Detection (ITD) di Dept. Comsys & Communication. Team student mencari informasi tentang topology existing di CICT.

Akhirnya saya dapat “handshake SYN-ACK” dengan administrator network UTM…saling kenal dan sharing mengenai topology existing saat ini…hal ini untuk keperluan research group yang sedang dilakukan mengenai INTRUSION PREVENTION SYSTEM. meeting awal ini akan dilanjutkan dengan meeting dengan full team bersama admin network dan web di lingkungan UTM.

NCTUns Simulator & Emulator

Sebagai bagian dari riset yang sedang dilakukan, Simulator adalah salah satu “senjata” tools untuk membuktikan dan menganalisa prototype yang akan dibuat. Data yang telah dikumpulkan dengan tools “packet sniffing” akan diinputkan dan dicoba dalam platform sesungguhnya di lingkungan virtual, simulator dapat menjawab itu.

NCTUns is one of Famous Simulator in Networking Field, begitu setelah di compare sana-sini dan membaca literature sana-sini :)..diterima luas di Proceeding bergensi dan Journal High Impact, terus open source dan NCTUns dapat di download..FREE…dukungan teknis juga hebat dengan banyaknya forum dan di moderator langsung oleh para admin di National Chiao Tung University, Taiwan, tempat dia dilahirkan.

NCTUns berada di lingkungan *.NIX…dan kembali saya harus mengasah dan membuka “kitab” lama waktu master dulu :)…command NIX dibangkitkan lagi yang sudah lama “digantung”.

Untuk dapat menjalankannya, ada beberapa tips yang mungkin berguna, saya menggunakan FEDORA 11. yang akan berbeda kasusnya dengan distro lain..saya tetap menggunakan PC COMPAQ kemarin.

Lengkap

Older Entries »