>> Knowledge | Empowering | Imagination >>Posts RSS Comments RSS

Kedatangan delegasi UNSRI

farewell

Tanggal 18 January 2012 kedatangan Pembantu Rektor I Prof. Dr. Zulkifli Dahlan.DEA dan Pembantu Rektor III Dr. Ir. Anis Saggaf. MCSE beserta beberapa staff pengajar lainnya untuk menghadiri pelepasan mahasiswa UNSRI di Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Fakultas Ilmu Komputer (FASILKOM) UNSRI telah sejak 2009 mengirimkan mahasiswa program S1 Bilingual ke Faculty of Computer Science & Information System, Universiti Teknologi Malaysia (FSKSM UTM), dan ini adalah angkatan yang ketigakalinya yang diikuti sebanyak 83 mahasiswa dari Jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi. Kesibukan dilakukan untuk persiapan ini dari mengurus surat menyurat sampai penjemputan oleh beberapa staff UNSRI yang sedang PhD di UTM

Program satu semester kuliah di FSKSM UTM telah banyak membawa efek positif kepada mahasiwa selain peningkatan kemampuan dalam pembekalan ilmu di bidang IT, namun juga peningkatan dirasakan oleh mahasiswa, diantaranya : (i) Skill up knowledge & upgrade English skill yang didapatkan selama di FSKSM UTM, (ii) memahami pergaulan international, dan (iii) kemampuan team work dan softskill lainnya.

Sebagai informasi ada beberapa Subject course yang  harus ditempuh oleh mahasiswa FASILKOM UNSRI di UTM , untuk Jurusan Informatika : Computersional Intelligence, Information Technology Enterpreneurship, Network programming, dan computer forensic, sedangkan dari jurusan Sistem Informasi : Information Technology Enterpreneurship, Database Admin, system development technology, software quality assurance, dan web technology.

Selain menghadiri pelepasan Mahasiswa FASILKOM UNSRI, rombongan delegasi UNSRI yang terdiri dari Pembantu Rektor 1  beserta rombongan juga bertemu dengan Deputy Vice Chancellor UTM bidang Research & Innovation (TNC R&I). Pertemuan delegasi UNSRI disambut dengan hangat oleh Prof. Dr. Mohd. Azraai Kassim, Prof. Dr. Hadi Nur sebagai Manager area Indonesia, dan Dr. Nora Mislan sebagai Manager area Singapore di ruang meeting UTM bangunan Chancellor UTM.

Dalam paparannya PR 1 menjelaskan tentang MoU antara UNSRI – UTM yang akan segera berakhir pada bulan January 2012 ini dan membicarakan tentang peluang-peluang lainnya selain academic dan research kerjasama antara UNSRI dan UTM. Pembicaraan berakhir dengan menyepakati perpanjangan MoU yang akan secara resmi di tandantangani oleh REKTOR UNSRI dan Deputy Vice Chancellor UTM, juga peluang untuk kerjasama riset dibidang energy dan peluang untuk menghasilkan PhD student dari kerjasama riset tersebut terutama dibidang energy dan sumber daya alam.

bukit_utm

Menyambung catatan kecil di bagian sebelumnya ( Catatan Kecil bagian 123 ), dimana bagian cerita ini dirangkum dalam perjalanan dua tahun melakukan research sebagai bagian dari PhD Degree di Computer Science, UTM Malaysia.

Dibagian 4, saya ingin berbagi tentang kemampuan kita dalam “menuangkan” ide dan tips  paper kita dapat lolos di Journal / Conferences, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pandangan dan pengalaman pribadi;

Sharing tips di Journal Berkala

  1. Pilihlah Journal dalam “wilayah” research kita dengan melihat dari aims & scopes nya.
  2. Sebaiknya pilihlah minimal yang tercatat di Indexing, misalnya SCOPUS atau Engineering Villages (EI) untuk memudahkan researchers lain menemukan paper kita untuk di citation sebagai references nya. Silahkan perhatikan dengan seksama di website journal tersebut dibagian indexing. Lakukan “gerilya” di  SCOPUS dengan memasukan misalnya No ISSN / salah satu title paper yang ada di bagian archives nya. Hebatnya indexing di  SCOPUS adalah kita akan mendapatkan no ID sebagai author dan dapat melihat citation paper tersebut jika ada yang mencitation nya. sebagai catatan bahwa tidak mudah untuk sebuah Journal dapat masuk ke Indexing  SCOPUS, konsistensi paper, aim scopesnya dan memerlukan proses waktu yang lama para editor jurnal untuk dapat memasukan Journal mereka ke Indexing ini.
  3. Sebelum mengirim naskah / manuscript ke editor jurnal tersebut atau submit online melalui manuscript online / PKP OJS, lakukan dulu korespondensi dengan editornya, utarakan saja misalnya dengan statemen sangat tertarik untuk submit disitu, suatu kehormatan jika dapat publish dengan journal tsb, dan juga tanyakan berapa lama proses reviewernya, berapa publication fee nya, apakah boleh meminta reviewer external untuk mereview paper kita, berapa naskah akan terbit dalam setiap volume, dsb. Hal ini untuk melihat sejauh mana team work editornya dalam menyikapi setiap naskah yang masuk.
  4. Ada beberapa issues penting yang harus diperhatikan; (i) perhatikan templatenya, (ii) perhatikan deadlinenya, (iii) Jangan mengirimkan satu naskah yang sama ke beberapa Journal lain, dikasus tertentu editor / reviewer dapat mendeteksinya dan kita terikat dengan aggreement, (iv) Perhatikan plagiarism, dan (iv) apakah naskah kita digolongkan dalam Literature Review, Research Progress, atau hasil research, dimana akan berbeda dalam penyajiannya di naskah terutama dalam penyajian data, citation, comparation, method, dan hasilnya.
  5. Title harus mengambarkan keseluruhan dan buatlah menarik agar orang lain tertarik untuk membaca, begitupun Abtract, buatlah dengan seksama yang harusnya mengambarkan secara umum dari naskah tersebut: objective, tujuan, metode, dan hasilnya harus terungkap di abstract ini. Berikut adalah notes tentang Abstract dan notes tentang title dari chief of editor TELKOMNIKA yang menjelaskan secara lugas dari sisi seorang editor.
  6. Tips pribadi;
  • Pastikan bahwa Journal tsb memang terindexing di  SCOPUS / EI dengan memeriksanya secara teliti, beberapa Journal juga telah di klarifikasi oleh SCIMAGO SCOPUS untuk melihat detailed data setiap tahunnya.
  • saya selalu melihat susunan editor / reviewer dari Jurnal yang akan dipublish dan dari mana institusinya, begitupun susunan reviewernya. Sebagai triknya : lakukan citation minimal 5-10 % dari total References kita ke paper yang telah publish di journal tersebut, lebih baik lagi citation langsung ke paper editor / reviewernya.
  • Lakukan Proof Reading ke native speaker untuk memastikan naskah kita “smooth” untuk dibaca orang lain yang menjadi bahasa sehari-hari mereka, tipsnya : saya mengirimkan ke Journal yang susunan editornya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, misal berdomisili di Korea, Taiwan, India, German, dll. Beberapa editor dalam pengalaman saya cukup “acceptable” asalkan mereka sudah dapat mengerti apa yang ada di naskah tersebut.
  • Mungkin secara kebetulan saja, saya mengirim ke Journal dengan masa deadline yang mepet, sebagai info saja, suatu pekerjaan yang berat bagi editor untuk mencari paper-paper / naskah yang berkualitas untuk dikirimkan oleh author ke editor, hal ini karena semakin bersaingnya antar Journal dan banyaknya Journal-Journal baru di Internet.
  • Setelah naskah dikirim ke editor, dalam beberapa hari / minggu mestinya ada jawaban ke kita apakah naskah tersebut layak untuk “dilempar” ke reviewer untuk di lihat secara keseluruhan contentnya atau di reject karena sesuatu dan lain hal (format template, grammar error, dsb).
  • Jika dalam beberapa waktu kita belum mendapatkan jawaban dari naskah yang dikirmkan, lakukan korespodensi dengan Editor untuk klarifikasi, namun baiknya dilakukan setelah melewati batas waktu yang dijanjikan oleh editor, misalnya editor menjanjikan dalam 2 minggu / 2 bulan atau paling lambat 3 bulan dalam proses reviewer. Hal ini tergantung dari aturan di setiap Journal tersebut.
  • Menyajikan data dalam gambar / object yang menarik, dengan bantuan tools visio saya dapat dengan mudah membuat gambar-gambar network topology dan skema-skema lainnya, usahakan kita membuat gambar berbeda dari penyajian orang lain atau yang umum dilakukan. Reviewer akan tertarik untuk meneruskan membaca setelah melakukan skimming secara keseluruhan.
  • Buat “list” sebagai alternatif Journal yang akan dikirimi naskah, urutan satu adalah prioritas dan seterusnya. Jangan sampai “patah arang” karena biasanya para reviewer akan memberikan statemen yang “sejujurnya” tentang naskah kita, ini dikarenakan mereka menerima naskan kita dalam blind review…kalimat ” very poor, this is not research work,  floating, giddy and confused” akan mungkin kita temui. Dalam pengalaman saya, mengirim naskah ke top rank Journal akan mendapatkan banyak sekali kritikan pedas dari para reviewer dan dari situ saya perbaiki untuk dikirimkan ke Journal lain.

Link terkait:
Catatan Kecil bagian 1
-
Catatan Kecil bagian 2
- Catatan Kecil bagian 3
- Catatan Kecil bagian 5

2 Tahun di UTM Malaysia

2tahun

Waktu begitu cepat berlalu, tidak terasa sudah 2 tahun kami berada di UTM Malaysia, perasaan baru kemaren saya menuliskan pengalaman 1 tahun di UTM ini. Alhamdulilah, ada banyak ilmu baik secara akademik atau social selama berada disini.

Sisi Akademik, kami semakin “tajam” sebagai seorang akademisi / periset dimana mulai dari Januari 2010 - Desember 2011 saya sudah menghasilkan beberapa paper yang publish di International Journal dan beberapa proceeding di International Conferences.  Dalam tulisan berikutnya saya akan mencoba sharing bagaimana tripsnya…Insya Allah.

Dari sisi Social, ada banyak sekali kami mengenal teman-teman yang sangat luar biasa yang berasal dari Indonesia ataupun dari negara-negara lain sebagai mahasiswa International di UTM ini, dan juga yang sangat luar biasa adalah kami mengenal banyak teman-teman yang mencari rezeki di negeri Malaysia ini (sebagai TKI) dan mereka adalah orang-orang yang sangat luar biasa, dimana kami dapat berbagai, memberikan motivasi dan mendengarkan keluhan mereka.

Beberapa hal yang menjadi perhatian saya selama dua tahun ini, diantaranya ;

  1. Kemampuan “menerawang” dalam Riset dan keilmuan praktisi, adalah dua faktor yang saling mendukung terutama dalam kasus riset saya,  dua hal ini adalah dunia yang berbeda, dan diantara satu dengan yang lain dapat saling mendukung dan melengkapi.
  2. Comparation / merujuk pekerjaan kita dengan orang lain. Dimana saya mendapat banyak sekali pandangan-pandangan dari teman sejawat satu LAB dan pemikiran kritisi dari para periset lain didunia dalam satu bidang ilmu yang sama, terutama setelah mendapatkan review paper dari sebuah jurnal publikasi.
  3. Manfaat dari hasil output Riset, harus dapat dibuktikan dan terbukti mempunyai “sesuatu” nilai kontribusi untuk ilmu pengetahuan dan itu menjadi isu utama dalam riset yang dilakukan dalam sebuah publikasi dunia. Dengan publikasi juga kita dapat mensosialisasikan penemuan / kontribusi tersebut pada researchers lainnya. Selanjutnya korespondensi “brainstroming”dan kolaborasi adalah tujuan berikutnya untuk membangun link dan networking.
  4. Dukungan Sumber Daya, Riset sangat tergantung dengan dukungan sumber daya dan infrastruktur dan ini adalah syarat mutlak, dalam kasus saya akses ke Journal-journal berbayar sangat dibutuhkan seperti IEEE, Elsivier, Springer Link,  Springer, ACM dan Wiley. Selain itu kesediaan peralatan juga merupakan hal utama yang harus ada dan Alhamdulilah semua disuppport penuh oleh Supervisor dan co-supervisor saya.
  5. Pendukung lainnya seperti kesediaan LAB sebagai tempat nongkrong berjam-jam, dimana saya mendapatkan tempat untuk melakukan riset semua itu telah menjadi saksi selama 2 tahun ini, di LAB inilah kami tidak mengenal waktu, apakah hari sabtu / minggu atau libur nasional seakan tidak mempengaruhi keinginan untuk segera menyelesaikan studi ini.

Semoga harapan untuk dapat submit di Desember 2012 dapat tercapai dan kembali pulang ke kampus untuk bersama-sama menyebarkan kebaikan kepada mahasiswa kami…aminnn.

Pengambilan Data & Data Set

dataset4

Alhamdulilah hari ini dapat menyelesaikan tahapan kedua dalam riset yang dilakukan. Pembuatan data sets dengan mengikuti standard DARPA / KDD yang telah menjadi legenda di Riset dalam bidang keamanan jaringan komputer. Tahap kedua ini telah diselesaikan dengan hasil yang cukup sesuai harapan. Jika saya hitung, tahapan ini memakan waktu sekitar 6 bulan untuk configurasi, instalasi dan eksekusi.

dataset5

Ada beberapa highlight dari Data Set yang saya buat ini, diantaranya ;

  1. Server yang menjadi target;  Redhat, FreeBsd dan Windows 2003
  2. Backtrack (BT) 4 dan beberapa tools yang dijalankan di Windows XP, sebagai mesin penyerang
  3. Tahapan yang dilakukan; (i) scanning, (ii) escalating privileges, (iii) backdoor, (iv) main in the middle attack, dan (v) DoS attack, dilakukan sebagai tahapan dari pola serangan yang dilakukan.
  4. Pada saat proses attack dari BT & XP, dilakukan snifing dengan tcpdump & di capture dengan wireshark untuk mendapatkan raw data dengan total sebesar sekitar 4.5 GB.
  5. Proses scanning & attack dilakukan secara bertahap dan bergantian, dan terakhir dilakukan penyerangan secara serentak dengan akses normal (browsing, chating, bloging dan streaming) ke Internet.
  6. Semua akses normal dilakukan berbasis pada Web 2.0 untuk mendapatkan pola baru dari model 3-way handshake yang terjadi.
  7. Dalam waktu dekat saya akan publish data raw ini di web official research group UTM.

Langkah berikutnya akan mempublish data set ini dalam Journal dan Conference untuk mengenalkan pada dunia akademisi terutama dibidang network security. Setelah ini juga masuk ke tahap ketiga yaitu testing Framework / Method yang telah saya buat sebelumnya. Serta bagaimana mengklasifikasikan data normal / attack, sebagai bagian dari novelty riset ini.

Mini Outbound

outbound

Setelah sholat Ied Adha kemaren kami melaksanakan kegiatan yang saya sebut dengan Mini Outbound bersama mahasiswa UNSRI yang kuliah satu semester di FSKSM UTM, ada sekitar 40 orang yang tidak pulang ke Palembang dari total 83 mahasiswa tahun ini, mengapa disebut Mini, ya karena permainannya tidak seperti outbound beneran, tidak ada Flying fox, panjat tali, merayap di kubangan, jaring spider, dll.

Permainan lebih banyak ke Team Work dan memecahkan masalah secara berkelompok. Acara ini sudah kami rencanakan jauh hari sebelumnya yang tujuannya adalah selain menghibur mahasiswa juga untuk membentuk Team building yang dibuat dengan outdoor games.

Gallery Photo

Idul Adha

Rasanya baru kemaren melaksanakan sholat Idul Adha di UTM, ternyata itu tahun 2010 yang lalu. Begitu cepat sekali waktu berlalu, kemaren tanggal 6 November 2011, saya dan teman sejati melaksanakan kembali sholat Idul Adha di UTM. Tidak ada yang luar biasa seperti tahun kemaren terkecuali tahun ini ada beberapa rencana yang akan dilakukan untuk research dan untuk mahasiswa kami yang sedang student exchanges di FSKSM UTM.

Sharing Skill Up

lr

Student Exchange antara FSKSM UTM dan FASILKOM UNSRI sudah memasuki tahun ketiga, dan ini merupakan jumlah mahasiswa terbesar UNSRI mengirim ke FSKSM UTM yang mencapai 83 orang dari jurusan Informatika dan Sistem Informasi. Selama satu semester mereka mengambil 5 subject matakuliah di FSKSM UTM.

Kemarin, sesuai janji kami untuk memberikan materi tentang Literature Review: How to find Journal & How to citation diberikan pada mahasiswa UNSRI yang ada di FSKSM UTM, ini ditujukan untuk menyiapkan mereka agar dapat mengoptimalkan fasiltas utamanya seperti akses Journal dan buku di PSZ. Hal ini di angap perlu untuk mempersiapkan mereka dalam TA 1 setelah mereka sampai di UNSRI kembali pada February 2012. Sebagai info, sangat luar biasa akses journal langganan UTM yang pasti mereka bayar sampai dengan jutaan dollar dalam satu tahunnya, tercatat di bidang ICT ada IEEE, Science Direct, ACM, Springer Link, Waley, Scopus, dll + koleksi buku-buku cetak di Library yang mencapai ribuan judul. Jadi sangat disayangkan mahasiswa saya melewatkan begitu saja fasilitas ini.

Materi yang diberikan lebih pada bagaimana mencari journal dan tips membaca journal, sedangkan bagaimana menulis dan meneliti itu nanti ada matakuliahnya sendiri yang diasuh dosen lain. Semoga hasil dari angkatan ketiga ini akan lebih baik dari sebelumnya dan menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk mengenal dunia dan lingkungan luar.

Brainstorming #2

Kali ini ingin bercerita tentang pertemuan dengan salah satu mahasiswa PhD student Faculty of Computer & Information Science, Universiti Teknologi Petronas (UTP). Abubakar Aminu begitu namanya mencari saya karena tertarik dengan Network Security terutama di Intrusion Detection System. Kita sudah saling mengenal pada saat dia menamatkan Master di FSKSM UTM dibawah supervisi Prof. Hanan.

Pembicaraan dimulai dengan  Literature Review, Content Research di Network Security, dan trend future di Network Security. Ada beberapa hal yang saya sampaikan yang mungkin dapat menjadi pengingat bagi saya sendiri dan informasi bagi orang lain ;

  1. Literature Review (LR) merupakan awal yang harus dilakukan untuk mencari problem, ide, pekerjaan orang lain yang telah dilakukannya, metodenya, tantangan yang muncul disana, dan penguat bahwa apa yang akan dikerjakan merupakan area yang “lazim”.
  2. Hasil dari LR harusnya menghasilkan sebuah “mapping area” yang dapat dipresentasikan misalnya dalam sebuah tabel perbadingan, gambar roadmap, dll yang tergantung dari kita dalam mempresentasikannya. Isu utamanya adalah kita mengetahui “apa, siapa, metode yang digunakannya dan hasilnya” dari periset sebelumnya dalam satu area yang sama.
  3. LR merupakan fundamental kita dalam menyatakan bahwa pekerjaan kita terkandung “novelty”
  4. Dari Mapping tersebut diharapkan kita mendapatkan gambaran jelas “apa” yang menjadi kontribusi dari pekerjaan kita dan “bagaimana” pemecahan masalah tersebut dilakukan sebelumnya oleh periset lain.

Pembicaraan berakhir dengan disepakatinya untuk kerjasama dalam penggunaan dataset yang saat ini sedang saya lakukan dan publish bersama paper di Journal / Conferences.

Alhamdulilah, kali dapat kesempatan kembali untuk Skill Up, yang kali ini lanjutan dari materi EC-COUNCIL. Training persiapan untuk mendapatkan sertifikat Computer Hacking Forensic Investigator (C|HFI) di AIS UTM KL dari tanggal 19 -23 September 2011 kemaren, dan passed dengan score 125 point terjawab dengan baik dari 150 soal yang diujikan selama 4 jam.

Materi yang terdiri dari 65 Chapter dapat dibawakan dengan sangat baik dan sempurna oleh Dr. Muhammad Muslim Mansor, yang sangat berpengalaman sebagai seorang Investigator Forensic dengan bersertifikasi seperti ;

- OSWiSP : Open-Source Wireless Integration Security Professional
- CEH : Certified Ethical Hacker
- CHFI : Computer Hacking Forensic INVESTIGATOR
- ECSA|LPT : EC-Council’s Certified Security Analyst/LPT
- CISSP : Certified Information Systems Security Professional (CISSP)
- GSEC : GIAC Security Essentials (SANS)
- GCIH : GIAC Certified Incident Handler (SANS)
- GPEN : GIAC Penetration Tester (SANS)
- GCFA : GIAC Certified Forensic Analyst (SANS)
- CCNP : Cisco Certified Network Profesional

Banyak sekali ilmu yang saya dapat dari training ini, dimana materinya seperti ; (i) tools FTK / Encase / dd / Helix , (ii) Steps awal dari forensics, (iii) Memory Forensics, (iv) Collecting data dari HDD, USB, Registry, CD/DVD, CF, (v) Metadata/file, (vi) Type file data, (viii) Recovery / deleting data, (ix) Password cracking, (x) Stenography, (xi) network forensics dan (xii) cellphone, mobile forensics).

Semoga ilmu dapat barokah untuk kepentingan umat dan dapat saya gunakan untuk menyebarkan kebaikan…Ammmiin

Brainstorming #1

Hari ini kedatangan tamu dari UUM, seorang PhD Industry Student yang berasal dari Yaman. Beliau bekerja di IMPACT Cyberjaya KL sebagai seorang Executive Security Assurance. IMPACT memberikan layanan ; Early warning system, Incident Response, Global visualization threat, dll. Jadi teringat dengan ID-SIRTI jika melihat services yang diberikan IMPACT.

Awal kedatangan Nadher, begitu dipanggil memang mencari PhD student lain yang researchnya di IPS / IDS / Information Assurance, teman lain dalam satu LAB yang juga berasal dari Yaman mengenalkannya ke saya. Dia sangat smooth dalam menerangkan research objective yang akan dikerjakannya dan terlihat memang berpengalaman dalam Security Assurance sebagai seorang Consultant yang ternyata telah banyak malang melintang ngerjain Project Penetration Tester di Eropa, menarik bagi saya untuk berkarir di dunia Penetration & Forensic kedepannya…Insya Allah.

Sebenarnya research yang dilakukannya jauh dari research saya saat ini, karena dia lebih banyak ke Risk Rating dan banyak membahas tentang ISMS / ISO Security, setelah dia menjelaskan tentang objective dan problem yang saat ini di temuinya, saya selanjutnya menceritakan tentang research saya yang saat ini sedang masuk penyiapan Data set, namun yang menjadi menarik adalah Data yang saat ini sedang saya kerjakan menjadi menarik perhatiannya untuk digunakan sebagai Data Raw dari Model & Algorithma yang akan dia kembangkan, sebuah peluang kerjasama kedepan tentunya, seperti publish paper, share data, bertukar pengalaman dan kerjasama lainnya.

SUMSEL…. Siap !

Begitu iklan baleho di pinggir-pinggir jalan di kota Palembang saat ini, menghiasi sepanjang jalan dan tempat strategis lainnya. Alhamdulilah Lebaran tahun ini kami dapat pulang lagi untuk bersilatuhrahmi dengan keluarga. Bangga juga SUMSEL siap menjadi tuan rumah Sea Games 2011 yang semakin hari semakin dekat waktunya.

Macet mungkin itu masalah utama saat ini bagi kota kami, keadaan yang semrawut pada jam sibuk menjadi pemandangan biasa di titik-titik jalan protocol tertentu, terutama di atas jembatan Ampera yang sangat luar biasa panjang macetnya di jam-jam sibuk.

Semoga penyelengaraan Sea Games 2011 ini sukses diadakan di kota Palembang sebagai tempat pembukaan dan penutupan ceremoninya

Pulang Kampoeng

Alhamdulilah, tahun ini kami dapat pulang kembali ke Palembang untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Kali ini kami mencoba penerbangan langsung KUL - PLG dengan Air Asia, sedangkan dari Johor naik kereta api yang berangkat pukul 11.00 malam dan sampai ke KL Central pada pukul 5.30 pagi keesokan harinya, dari KL Central naik bus ke LCCT Air Port.

Kami mengikuti Hari Raya di Malaysia yang ditetapkan pada Tanggal 30 Agustus 2011. Sholat Ied di Masjid Kampus dan tidak ada acara silaturahmi yang padat seperti tahun kemaren karena mayoritas mahasiswa Indonesia disini sudah pada mudik sebelum Lebaran kemaren.

Nuansa Ramadhan di UTM tahun ini dirasakan berbeda karena libur panjang yang dimulai sebelum Ramadhan sampai Hari Raya yang membuat kampus seperti kota mati, masjid tampak kosong karena cuman di dominasi oleh mahasiswa asing.

Semoga Lebaran 2012 nanti menjadi Pulang Kampoeng kami yang terakhir dalam artian sudah menyelesaikan semua research di UTM dengan target minimal telah submit thesisnya..Insya Allah…amiinn

:)

DIKTI dan keputusannya

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya, yang intinya ingin menyoroti tentang alasan DIKTI tidak meloloskan semua beasiswa yang melamar ke Universitas di Malaysia. “Fenomena” ini memang sudah tercium dari beberapa tahun belakangan ini, memang sangat diakui ada beberapa “kasus” yang menjadi DIKTI berang ; (i) terdapat beberapa oknum yang tercatat sebagai mahasiswa aktif di Malaysia, namun masih menjabat di instansinya di Indonesia, namun ini memang ada aturannya yaitu istilah izin belajar / tugas belajar, (ii) tidak ada progress report dari mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ke DIKTI.

Mungkin point-point diatas memang terjadi, namun para “pakar” dan team ahli di DIKTI tidak dapat megeneral semua mahasiswa Indonesia yang ada di Malaysia seperti tersebut, yang membuat kesel adalah mereka tidak memandang sama sekali progress kita selama ini, bahkan ada temen sejawat yang “menantang” dengan mengatakan…ayoo kita lihat jumlah publikasi yang dihasilkan dengan membandingkan kami disini (red; Malaysia) dengan yang sedang sekolah di Eropa….wajar mereka berkata begitu karena ada banyak alumni Master mereka di Eropa dan Melanjutkan PhD di UTM.

Namun selain itu ada beberapa issues yang menurut saya wajar kalau Universitas di Malaysia banyak menjadi pilihan pelajar dari Indonesia, dalam kasus UTM sendiri, ada beberapa kelebihan dalam pandangan saya ;

  1. Koneksi internet yang mencapai 425 Mbps
  2. Environment yang kondusif dan mendukung untuk melakukan research dan belajar dengan tenang
  3. Akses ke lebih dari journal berbayar ( http://web.utm.my/psz/ ) akses FREE ke IEEE, SCIENCE DIRECT ELSIVIER, EI, SCOPUS, ACM, dll tanpa batas..
  4. Rangking dunia PTN di ASIA
  5. Total International Students di UTM saja mencapai : 2594, dan ratusan dosen International dengan  rata-rata Dosen telah Prof & PhD
  6. Jumlah Publikasi mencapai 2,850 paper dengan angka Citations mencapai  6,640
  7. Sebelum publish journal atau submit thesis kami harus mengecek PLAGIARISM di turnitin.com, dimana UTM telah mendapatkan licensednya

Kita-kita disini, terutama dosen PNS banyak sekali yang geleng-geleng kepala dan mengelus dada dengan keputusan-keputusan DIKTI untuk “anak bangsa” yang sedang tugas belajar ini, kami merasa kami yang disini sangat di anak tirikan; (i) “menutup” pintu untuk beasiswa ke Malaysia, (ii) tidak lagi memberikan bantuan seminar keluar negeri bagi dosen yang sedang tugas belajar keluar negeri, dan (iii) pemotongan gaji fungsional dan yang tidak menanggung / single, gaji dipotong 50%.

Harapan kami jika memang Malaysia menjadi “blacklist” bagi DIKTI, mohon untuk diumumkan secara resmi jangan hanya desas desus dan dijelaskan dengan jelas alasannya, agar jelas dan tidak merasa ditinggal/ ditelantarkan oleh Negara. Namun jangan sampai alasan “blacklist” ini adalah; ehhh mereka kan dulu sekolah di tempat kita, lho guru dan dosennya mereka dulu kan di import dari Indonesia, merekakan dulu belajar banyak dengan Indonesia, dll…:) itukan dulu…kita bicara fakta ajalah.

Walaupun DIKTI seperti itu, saya dan teman sejati tetap cinta pada INDONESIA RAYA dan siap menyebarkan kebaikan untuk mahasiswa-mahasiswa kami…Semoga ini hanyalah MIMPI dan akan segera berakhir……

:)

Begitu “statement” DIKTI tentang pengumuman penerima beasiswa ON-GOING tahun 2009 & 2010 yang lalu, pengumuman ini sudah kami tunggu sejak tahun 2010 kemaren dan akhirnya diumumkan di bulan Agustus 2011 pada saat bulan Ramadhan ini dengan isinya yang tidak sangat diharapkan.

Sharing kali ini saya ingin menyoroti tentang “kegagalan” semua mahasiswa PhD yang sedang tugas belajar di Universitas di Malaysia. Sedih, marah, kecewa dan gundah menyikapi pengumuman DIKTI ini, mengapa sejak tahun 2009 saya dan temen sejati “berusaha” untuk memenuhi semua syarat dari DIKTI dan Alhamdulilah tahun 2010 kemaren kita telah memenuhi syarat utamanya yaitu SEKAB. Dengan keluarnya surat izin belajar keluar negeri dari SEKAB ini maka praktis gaji saya sebagai seorang PNS akan dipotong Fungsionalnya, namun jika kita tidak menanggung keluarga maka pemotongan gaji sebanyak 50%, terasa aneh memang.

Berarti aplikasi saya yang dimasukan sangat tidak dipandang oleh para reviewer DIKTI, para penilai tersebut sangat menyepelekan hasil paper saya selama ini yang telah berhasil publish selama menjadi student di UTM…lalu apa yang menjadi barometer / framework para penilai tersebut dalam menilai aplikasi ON-GOING ini, rasanya semua berkas seperti SEKAB, Progress Report, proposal terkini, mapping research dan penegasan dari supervisor mengenai kecapaian research telah disampaikan pada aplikasi tersebut, dan maaf hal ini hanya bisa membuat kami mengelus dada sambil menarik napas panjang.

Merujuk dari Paper tentang kajian akademik pemotongan gaji PNS yang sedang tugas belajar sangat jelas di paparkan oleh peneliti tersebut, dan ini sangat baik dalam atmospher akademik di Indonesia.

Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 1961 tentang Pemberian Tugas Belajar, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2009 tentang Pedoman Pemberian Tugas Belajar Bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional No 4159/A4.3/KP/2010 tertanggal 27 Januari 2010, Keputusan Menteri Pertama No 224/MP/1961 tentang Peraturan Pelaksanaan tentang Pemberian Tugas Belajar di dalam dan di Luar  Negeri.

Wajar jika para mahasiswa Doctor yang kuliah di Luar negeri pada teriak dan terutama para mahasiwa di Malaysia (termasuk kami dan temen-temen di UTM). Merujuk dari sharing pemikiran di blog lain unek-unek mahasiswa doctor di UNITEN Malaysia, dan aksi protes PPI-Malaysia ke DIKTI, serta tulisan dari pemikiran tentang penelitian di Indonesia.

Semoga keputusan para “petinggi” di DIRJEN DIKTI yang mungkin semuanya alumni dari Eropa / US / Japan sadar betul apa yang mereka telah putuskan dan dijanjikan sebelumnya, dan semoga ini dapat memicu visi / misi pemerintah untuk menghasilkan ribuan doctor di Indonesia dan menghasilkan karya yang bisa bermanfaat di mata dunia.

:)

ICCTD 2011

Alhamdulilah, saya di invite oleh committee ICCTD untuk menjadi salah satu technical reviewer di conference ini. Jika bapak-bapak / ibu-ibu ingin mengirim naskah ke conference ini, dapat melalui email saya (deris.stiawan at gmail.com) sebelum tanggal 10 Agustus 2011 untuk direkomendasikan tanpa melalui reviewer international lainnya dan Accepted Letter akan di kirimkan langsung dari ICCTD Committee.

2011 3rd International Conference on Computer Technology and Development, ICCTD 2011Chengdu, China. November 25-27, 2011. The conference proceeding will be published by ASME, which will be included in the ASME Digital Library, and indexed by the Ei Compendex, ISI Proceeding and other indexing service.  ASME : http://www.asmedl.org/ Indexing by SCOPUS.

Dengan letter accepted dari ICCTD, kita dapat mengajukan bantuan dana / akomodasi untuk “oral presentation” ke Subdit HKi dan Publikasi, DP2M Ditjen Dikti, dimana sejak beberapa tahun ini DIKTI memberikan bantuan untuk seminar International, silahkan merujuk ke dikti.kemdiknas.go.id,  namun sayangnya sejak maret 2011, bantuan ini hanya berlaku untuk dosen PTN/PTS yang tidak berstatus tugas belajar di luar negeri :(.

Technical Commitee

Altivitas melakukan review paper pada bulan Juli ini terasa sangat padat dari beberapa Journal dan International Conferences dimana saya menjadi salah satu board of reviewernya, sebut saja  Technical Committee di ICCTD 2011,  Board of review di ICIEIS 2011, dan Journal baru JITRJ. Jika diingat ada sekitar 10 paper dalam bulan ini harus saya review dengan tenggat waktu yang sangat pendek, hingga praktis saya tidak dapat mengupdate sharing pemikiran saya di blog ini, ada banyak sekali status “on progress” di bagian pemikiran yang menjadi pemicu saya untuk segera menyelesaikannya.

Pengalaman sebagai reviewer journal TELKOMNIKA dan sharing tulisan saya di blog ini serta blog riset saya selama menjadi student di UTM membuat banyaknya muncul nama deris stiawan di Internet, bener ini bukan narsis tapi dengan mudah orang lain dimana saja menemukan orang yang tepat untuk dimintai tolong mereview journalnya, contohnya saya kemaren tiba-tiba ada International Journal di India yang mengkontak saya untuk dimintai tolong sebagai reviewer beberapa paper yang disubmit di journal tersebut, kebeneran tentang network security jadi saya menerimanya.

Dalam tulisan kali ini, yang ingin ditekankan adalah tentang “Networking” dan Sharing Knowledge yang telah dijalani sejak tahun 2008. Networking disini bukan Jaringan Komputer, tapi Networking yang menjelaskan tentang koneksi dengan social network kita, sedang sharing knowledge adalah share pemikiran dan tulisan kita di blog atau tempat lain yang mungkin menjadi inspirasi dan masukan bagi orang lain.

Apa yang saya rasakan ini mungkin juga dirasakan oleh para bloger lainnya, merasa berharga dan bangga jika ada beberapa orang yang mengkontak kita yang memberikan apresiasinya pada tulisan-tulisan yang saya publish di blog ini terutama di bagian Pemikiran. Ada yang bertanya lebih detail, mengkiritisi, request tulisan tertentu, bahkan sampai meminta saya menjadi pembimbing dalam menyelesaikan jenjang sarjananya…suatu kehormatan tentunya bagi saya.

Jangan berpikir ilmu yang kita tuliskan tidak ada manfaatnya atau berpikir ilmu kita akan berkurang karena di share ke orang lain, apalagi sampai terpikir orang yang membaca tulisan kita akan lebih pintar dari kita. Saya kira orang semakin sadar dengan keterbukaan dan penghargaan hasil karya orang lain apalagi di kalangan akademisi akan sangat menjunjung tinggi hasil pemikiran dan karya orang lain.

Semoga tulisan ini dapat mengajak para kolega saya dan mahasiswa saya untuk selalu terbuka dan berbagi keilmuannya dengan menuliskannya agar bermanfaat bagi orang lain :)

Brother from Sudaness

Karena banyaknya mahasiswa asing terutama dari Semenanjung Arab yang kuliah di UTM ini, sebut saja salah satu adalah dari negara Sudan..kami memangilnya dengan brother sudaness, karena mereka begitu bersahabat dengan orang-orang di UTM ini.

Singkat cerita kali ini saya ingin sharing obrolan saya dengan salah satu temen satu LAB dari sudan, obrolan selama perjalanan ke rumah Supervisor kami karena ingin mengantarkan poster kami yang baru selesai di cetak untuk dipamerkan pada International Conference di Spain pada tanggal 18-21 July nanti, dan kebeneran Prof. Abdul Hanan akan berangkat untuk menghadiri conference tersebut, kami tetap di UTM…hhheheheee..jadi cuman paper dan poster kami aja ke Spanyol.

Dalam perjalanan tersebut, saya bertanya mengapa begitu banyak mahasiswa Sudaness ke UTM, mengapa tidak memilih negara lain misal Thailand, atau Indonesia atau bahkan Ausie sana. Ternyata ceritanya mereka mendapatkan beasiswa dari pemerintah yang mengharuskan untuk memilih Malaysia..wew…dan yang terkejutnya lagi ada ratusan mahasiswa FULL BEASISWA dari PETRONAS (PERTAMINA nya Malaysia) setiap tahunnya, sebagai info PETRONAS mempunyai hak istimewa sebaga ekpolaris minya selain PETRICHINA di Sudan…wew…PETRONAS sudah menjelajah kesana dan memberikan beasiswa ratusan orang untuk master / PhD ke PTN yang ada di Malaysia….waduh mimpi ngak nya kita bisa seperti ini.

Semoga pemerintah kita dapat menjadikan ini sebagai barometer dan benchmarking kita untuk memicu lebih maju lagi.

C|HFI & ComTIA+

Computer Hacking Forensic Investigator (C|HFI), menarik perhatian setelah C|EH kemaren dan terinspirasi dari acara WikiLeaks yang diputar di Channelnews.  Materi-materi yang ditekankan di C|HFI ini lebih cenderung seperti seorang forensic dalam dunia kejahatan, dalam materi yang dijelaskan oleh EC-COUNCIL, materinya seperti: Computer break-ins, Possession of pornography, Breach of contract, Industrial espionage, E-mail Fraud, Bankruptcy, Disputed dismissals, Web page defacements, Theft of company documents. Sangat menarik materinya untuk mendukung research yang sedang dilakukan saat ini dan trend kedepan.

ComTIA Security + juga sangat mengusik saya untuk disiapkan materi dan segala sesuatunya, sampai saat ini saya masih mempelajari mengapa perlu materi ini dan penekanan content yang akan diujikan, apakah berpengaruh langsung pada research yang sedang dilakukan atau tidak dan juga trend kedepan dari materi yang dipelajari.

Namun yang lebih menarik saya adalah untuk menyiapkan segala sesuatunya (terutama biaya) untuk mengambil sertifikasi ini, semoga ada jalan keluarnya (sambil melirik ke website DIKTI yang belum ada pegumuman On-Going gelombang 5 sampai hari ini).

Semoga ilmu ini berguna dan membawa keberkahan bagi umat…Ammiinn

Kemaren sempet nonton acara di Channel News.  Acara yang sudah saya tunggu mengupas tentang WikiLeaks, War, Lies & Video Tape. Sharing kali ini terlepas dari benar atau tidaknya content yang ada, tapi perhatiaan utama saya adalah bagaimana teamnya bekerja untuk mendapatkan data-data yang begitu banyak dari tempat / fasilitas negara / kawat diplomatik / komunikasi militer, sehingga kumpulan data tersebut membentuk suatu archives yang sangat besar.

Buru-buru pihak gedung putih, Pentagon, CIA membantah dengan keras dan menyebut team WikiLeaks tidak beda dengan Terrorism yang sedang mereka buru selama ini, begitupun Australia, Francis, dan UK yang “berang” dengan aksi team ini. Wajar mereka berang, karena banyak sekali “kebenaran” dan cerita realita yang selama ini di sembunyikan oleh mereka terutama perang di Irak dan Afghanistan.

Team yang sering muncul dan dipublikasikan media adalah Julian Assange (founder) dan Daniel Domscheit-Berg (IT Specialist), namun saya yakin team lain bekerja luar biasa untuk mendapatkan data-data ini.


Ternyata team mereka bekerja dengan melakukan teknik hacking (penetration & social engineering) untuk mendapatkan data-data tersebut, Jadi memang benar bahwa tidak ada sistem yang 100%  aman selagai masih dibuat tangan manusia, kita hanya dapat memperlambat / menghambat mereka untuk tidak mudah masuk ke sistem kita.

PCRG – PARS 2011

Alhamdulilah, acara seminar yang diadakan oleh Pervasive Computing Research Group (PCRG) dapat berjalan sukses dan sesuai rencana. Acara ini merupakan acara tahunan Post Graduate FSKSM UTM untuk melihat progress report para mahasiswanya, dan tahun ini dimulai dengan research group masing-masing mengingat semakin besarnya jumlah mahasiswa Master dan Phd di FSKSM UTM yang mencapai 1.200 orang mahasiswa.

Acara yang berlangsung dari tanggal 21-23 Juni menjadi moment luar biasa, karena saya menjadi salah satu committee dari acara ini, bekerjasama dengan orang-orang yang hebat, mengenal banyak karakter orang lain dan memperluas jaringan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai PhD nanti dan berguna bagi universitas saya…Insya Allah.

Skill up yang didapat dari tiga keynote speaker yang diundang adalah ;

  1. Professor Dr. Malrey Lee (Department of Computer Science & Engineering ChonBuk National University Jeonju, Korea).
  2. Professor Dr. Robert Rittenhouse (Keimyung University, Keimyung Adams College Daegu, South Korea).
  3. Professor Dr. Narayanan Kulathuramaiyer (Faculty of Computer Science and Information Technology, Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS)- Editors-in-Chief of Journal of Universal Computer Science).

Pada hari kedua acara, di session ke 2 adalah waktu saya untuk mempresentasikan progress report dan paper yang saya submit pada acara ini, yang paling membuat “pusing” saya adalah examinernya adalah Prof. Dr. Robert Rittenhouse, Prof. Dr. Narayanan, Prof. Dr. Asri Ngadi, dan Prof. Dr. Kamarulnizam. Awalnya saya ngak PD karena examiner ini ngeBIT pada presenter sebelumnya, dan Alhamdulilah ini dapat dilalui dengan lancar karena Allah S.W.T dan yakin akan kerjaan yang dibuat.

Ada banyak sekali masukan dari examiner terutama untuk meningkatkan hasil dari riset saya dan secara umum mereka memberikan masukan untuk meneruskan paper tersebut ke journal Indexing  / Impact factor. Terutama dari Prof. Dr. Narayanan yang memberikan kesempatan untuk discuss lebih lanjut mengenai prevention system dan chance untuk dapat publish di Journal of Universal Computer Science, tadi pada saat materi terakhir yang disampaikannya  Prof. Nara, beliau mencontohkan paper saya sebagai paper literature review yang cukup besar chance nya untuk dapat lolos di Journal berimpact factor.

Gallery Photo.

Older Entries »